Manajemen kelas adalah proses pemberdayaan sumber daya baik material, element maupun human element di dalam kelas oleh guru sehingga memberikan dukungan terhadap kegiatan belajar siswa dan mengajar guru. Dalam kegiatan manajemen kelas (pengelolaan kelas) meliputi dua kegiatan yang secara garis besar terdiri dari pengaturan orang atau siswa dan pengaturan fasilitas. Pengaturan fasilitas adalah kegiatan yang harus dilakukan siswa, sehingga seluruh siswa dapat terfasilitasi dalam aktivitasnya di dalam kelas. Aktivitas dalam kelas baik guru maupun siswa dalam kelas kelangsungannya akan banyak dipengaruhi oleh kondisi dan situasi fisik lingkungan kelas.
Pengaturan fisik kelas diarahkan untuk mengarahkan efektivitas belajar siswa sehingga siswa merasa senang, nyaman, aman, dan belajar dengan baik.
Pengaturan fisik di dalam kelas sangat mempengaruhi dalam kegiatan belajar mengajar atau dalam pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru. Salah satu dari pengaturan fisik yang dilakukan oleh guru adalah dalam pengaturan penyimpanan barang-barang yang ada dalam kelas. Idealnya pengaturan penyimpanan barang-barang hendaknya disimpan pada tempat khusus yang mudah dicapai apabila segera diperlukan dan akan dipergunakan bagi kepentingan belajar. Dan barang-barang yang dianggap nilai praktisnya tinggi seperti buku pelajaran dapat disimpan di dalam kelas tetapi harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu gerak kegiatan siswa.
Seperti yang sudah disebutkan di atas, seharusnya barang-barang yang ada di dalam kelas hanyalah barang yang sangat diperlukan dalam proses kegiatan belajar mengajar dengan tujuan mempermudah proses pembelajaran. Contohnya saja seperti penyimpanan berbagai macam media pembelajaran. Jika guru ingin menyimpan media pembelajaran di dalam kelas, sebaiknya simpan media tersebut secara rapi dan teatur sehingga tidak mengganggu gerak siswa dalam proses pembelajaran.
Namun dalam kenyataannya banyak dijumpai pihak sekolah ataupun guru menyimpan barang yang tak seharusnya ada di dalam kelas, contohnya meja tenis yang disimpan di dalam kelas. Penyimpanan meja di dalam kelas sangatlah tidak layak karena dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar atau gerak siswa di dalam kelas dan mungkin juga bisa melukai siswa, maksudnya dikhawatirkan ketika siswa bermain atau bergurau di dalam kelas, siswa menyenggol meja tersebut dan akhirnya jatuh menimpa siswa sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru. Selain itu juga kurang indah untuk menjadi sebuah pemandangan ketika memasuki ruang kelas dan terdapat meja tenis di belakang kelas.
Dengan demikian, seharusnya pihak sekolah memiliki sebuah ruangan khusus untuk menyimpan media ataupun perlengkapan olahraga. Itupun jika sekolah memiliki ruangan kosong yang sengaja dibuat sebagai tempat penyimpanan barang-barang. Ruangan tersebut tidak perlu sebesar ruangan kelas, cukup untuk menyimpan barang-barang (perlengkapan olahraga seperti meja tenis) saja. Tetapi banyak kendala yang mungkin ditemukan oleh pihak sekolah, seperti kurangnya lahan ataupun tidak adanya biaya untuk menambah suatu ruangan. Selain itu, mungkin bisa juga guru atau pihak sekolah menyimpan perlengkapan olahraga tersebut di ruang guru. Setidaknya tidak akan membahayakan bagi siswa.
Selain itu, seharusnya penyimpanan media pembelajaran pun (seperti globe dan hiasan dinding tentang tokoh pahlawan, rumus matematika, susunan menteri, dan lain-lain) disimpan ditempat yang strategis, artinya media tersebut disimpan di tempat yang dapat dijangkau dan dibaca oleh siswa sehingga siswa bisa lebih sering menggunakan media tersebut dan siswa bisa lebih merasakan manfaat dari adanya media yang disimpan di dalam kelas. Berdasarkan yang saya lihat, ada media pembelajaran yang disimpan ditempat yang sulit dijangkau, contohnya globe. Globe tersebut disimpan di atas lemari yang ada di dalam kelas, sehingga besar kemungkinan siswa jarang bahkan mungkin saja tidak pernah menggunakan media tersebut karena sulit sekali untuk dijangkau. Sebaiknya globe tersebut disimpan ditempat yang bisa dijangkau oleh siswa, karena media tersebut dapat membantu ketika proses pembelajaran mengenai materi yang berkaitan dengan globe. Sehingga guru juga bisa mengkondisikan atau mengelola siswa dengan baik saat pembelajaran berlangsung apabila media yang tersedia di dalam kelas bisa dimanfaatkan dengan baik.
Dengan demikian, penyimpanan barang di ruang kelas harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa dalam proses pembelajaran. Tetapi dalam penyimpanan barang pun harus ditata dan dihias serapi mungkin sehingga ruang kelas menjadi lebih rapi dan nyaman bagi siswa.
Sumber Rujukan:
Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan. (2010). Pengelolaan Pendidikan. Bandung: Jurusan Adminidtrasi Pendidikan

